Dua ekor kambing dalam ambulance desa SUkorejo Kecamatan Kunir (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Dua ekor kambing dalam ambulance desa SUkorejo Kecamatan Kunir (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Sebuah ambulance desa yang dibeli menggunakan dana APBD dan diberikan kepada pemerintahan desa untuk digunakan untuk mengantar orang sakit, disalahgunakan dengan mengangkut dua ekor kambing.

Peristiwa ini kemudian diunggah oleh netizen ke media sosial dan menyebutnya sebagai sebuah pelanggaran besar. Dalam unggahan video yang berdurasi beberapa detik ini tertulis, ambulance ini diketahui milik desa Sukorejo Kecamatan Kunir Lumajang.

Baca Juga : Wali Kota Madiun Resmikan Kampung Tangguh Semeru, Bersiap Menuju Zero Covid-19

Unggahan ini kemudian viral di jagad maya. Pengunggah kemudian menanyakan kepada orang yang membawa ambulance tersebut. Diketahui yang membawa adalah Kadi, yang memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa Sukorejo.

Kadi, mengaku sebagai kerabat dari Kepala Desa Sukorejo, yakni kakak dari istri kepala desa Sukorejo Kecamatan Kunir. 

Menanggapi hal ini, Wabup Lumajang Ir. Indah Amperawati melalui akun Facebooknya mengatakan, kejadian ini sebagai kejadian yang memalukan, dan menyebut masalah ini sebagai prilaku berpemerintahan yang menyimpang dan mencoreng etika (pemerintahan=red).

"Memalukan, hari ini beredar foto ambulance desa membawa kambing. Perilaku berpemerintahan yang menyimpang dan mencoreng etika. Peringatan untuk seluruh kepala desa agar tidak melakukan hal-hal seperti ini," tulis Wabup Lumajang dalam akun facebook pribadinya, pada hari ini Sabtu (27/6)

Wabup kemudian menulis, program 1 desa 1 ambulance adalah program Bupati Lumajang ke 11 DR. Sjahrazad Masdar. Saat itu mendapat apresiasi dari Kemenkes karena satu-satunya  Kabupaten di Indonesia yang memiliki  program tersebut.

Baca Juga : BPBD Lumajang Mulai Suplay Air Bersih Untuk 6 Kecamatan Krisis Air

"Tentu tujuannya adalah mempercepat pelayanan bagi warga sakit yang harus ke Puskesmas atau ke Rumah sakit. Hari ini ambulance yang memuat kambing tersebut kami tarik sementara dan sesegera mungkin kepala desanya diperiksa untuk mempertanggungjawabkan," tulis Wabup Lumajang kemudian.

Ketika dihubungi Jatimtimes via ponselnya malam ini, Wabup Lumajang Ir. Indah Amperawati mengatakan, saat ini ambulance desa tersebut sudah ditarik dan ditempatkan di Dinas Kesehatan.

"Sudah ditarik tadi, sekarang sudah ada di Dinas Kesehatan dan Kadesnya akan segera kita panggil panggil. Biar ada efek jera dan membuat kades yang lain hati-hati," kata Wabup Lumajang, malam ini, Minggu (27/6).