Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Habasyah atau juga dikenal sebagai Abessinia (sekarang Ethiopia)  adalah sebuah kerajaan di benua Afrika yang menjadi tujuan pertama hijrahnya umat muslim pada masa awal Islam.

Ketika itu, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk berhijrah ke negeri yang dipimpin seorang raja yang terkenal bijaksana dan tak pernah menyiksa orang lain. Kerajaan itu tak lain adalah Abbessinia atau Habasyah.

Baca Juga : Covid-19 Belum Usai, Kini Heboh Serangan Serangga Beracun di Beberapa Negara, Ini Faktanya

Suatu malam, ada sekitar  11 pria dan lima wanita yang melakukan hijrah ke Habasyah. Di antaranya Ummu Salamah (istri Rasulullah SAW), Utsman bin Affan dan  Ruqayah (putri Rasulullah yang juga istri Utsman), Abdur Rahman bin Auf,  Zubair bin Awwam, dan Utsman bin Maz'un selaku ketua rombongan.

Dr Khalid Zeed Abdullah Basalamah Lc MA atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah menyampaikan, para rombongan muslim yang hijrah saat itu diterima dengan baik oleh penguasa Habasyah, yaitu Raja Najasyi.

Di sana, umat muslim yang hijrah pun dapat melaksanakan ibadah dengan tenang. Hingga suatu ketika, Raja Najasyi pun memilih masuk Islam secara sembunyi-sembunyi. Raja Najasyi memiliki keyakinan atas Islam.

Saat mendengar  penguasanya masuk Islam, Habasyah pun berkecamuk. Hingga pada akhirnya, muncul sebuah perselisihan sengit. Saat terjadi perselisuhan sengit, rombongan para sahabat pun diminta Raja Najasyi untuk menyeberangi Laut Merah menuju Yaman.

Raja Najasyi memerintahkan agar para sahabat bisa menyelamatkan diri di sana. Sedangkan Raja Najasyi berdiri melawan kekejaman sepupunya sendiri yang melakukan perlawanan.

Rombongan para sahabat pun menuju Yaman dan menyeberangi Laut Merah. Sesampainya di Yaman, Ummu Salamah pun bertanya kepada rombongan apakah ada salah satu di antara mereka yang sudi kembali ke Habasyah dan melihat kondisi sebenarnya yang terjadi di sana.

Baca Juga : Gemar Melucu, Sahabat Rasulullah Ini Disebut Masuk Surga dengan Tertawa

Para sahabat pun saat itu berdoa untuk kemenangan Raja Najasyi. Beberapa kali ditanya, sahabat dalam rombongan itu hanya diam. Sampai akhirnya Zubair bin Awwam berdiri dan menawarkan diri untuk kembali ke Habasyah.

Maka saat itu, Zubair yang masih berusia 15 tahun pun menyeberangi Laut Merah ke negeri Habasyah. Meski dalam kondisi sangat mencekam dan ada kemungkinan Zubair tertangkap musuh,  dia yang masih belia memilih untuk tetap berangkat.

Singkat cerita, Zubair pun kembali ke Yaman menemui rombongan dan menyampaikan kabar gembira. Yakni pasukan  Raja Najasyi telah memenangkan pertempuran. Zubair pun kembali pada rombongan dengan selamat dan tak kurang apa pun.