Koordinasi masalah pupuk bersubsidi. (muhlis/jatimtimes)
Koordinasi masalah pupuk bersubsidi. (muhlis/jatimtimes)

Untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Kecamatan Ijen, masyarakat diharapkan menggunakan pola pembelian pupuk nonsubsidi. Sebab, berdasarkan e RDKK, kebutuhan pupuk di Kecamatan Ijen mencapai 777 ton per tahun.  

Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dalam hal ini Dinas Pertanian mem-breakdown alokasi kebutuhan pupuk di Kecamatan Ijen hanya 213 ton per tahun. Akibat kuota yang tak terpenuhi ini, sejumlah masyarakat beranggapan bahwa ada kelangkaan pupuk di Kecamatan Ijen. 

Salah satu distributor pupuk bersubsidi, Samsul Arifin, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait anggapan adanya kelangkaan pupuk di Kecamatan Ijen. 

Dalam kesempatan itu, Samsul Arifin yang mewakili PT VIA Mandiri menanyakan untuk Kecamatan Ijen, berdasarkan e-RDKK, kebutuhan pupuk mencapai 777 ton per tahun. Namun jika menggunakan model break down, hanya 213 ton per tahun. 

"Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh asisten 1 Pemkab Bondowoso agar ada penambahan pupuk ke Kecamatan Ijen. Sebab, antara kebutuhan dan ketersediaan barang sangat njomplang.  Namun menurut Dinas pertanian, untuk sementara distributor pupuk sebaiknya menggunakan pola break down, yakni hanya 213 ton per tahun. Sisanya, diharapkan petani membeli pupuk nonsubsidi apabila masih dirasa kurang," katanya.

Samsul  menjelaskan bahwa sebenarnya  tidak ada kelangkaan pupuk. Sebab, jatah yang disediakan pemerintah hanyalah 213 ton per tahun. 

Tentunya, karena berdasarkan e RDKK kebutuhan pupuk mengapai 777 ton per tahun, diharapkan masyarakat melakukan pembelian pupuk nonsubsidi yang hanya selisih Rp 10 ribu dengan pupuk bersubsidi. Sementara harga pupuk bersubsidi tetap sesuai dengan harga dceran tertinggi (HET).

Samsul menambahkan bahwa alokasi pupuk ke Kecamatan Ijen hanya bersifat kebijakan karena tidak ada SPPT untuk Kecamatan Ijen.

Sementara itu, Ketua DPD LSM Jaka Jatim Jamharir mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi pupuk. Untuk Kecamatan Ijen, alokasi pupuk tidak sama dengan daerah lain karena di Ijen sifatnya kebijakan. Ia meminta agar distributor juga ikut serta memberikan pengawasan.

Selain itu, dia meminta agar tidak mudah mengambil kesimpulan atas kekurangan  pupuk di Ijen sebagai sebuah kecurigaan hingga ditemukan adanya suatu pelanggaran. "Di sini kan sudah jelas bahwa tidak ada kelangkaan pupuk. Masyarakat boleh membeli pupuk nonsubsidi jika masih kurang karena  ketersediaan pupuk di daerah ini dibatasi kebijakan," kata dia.