Sejumlah aktivis dan ketua Pagar Nusa Kabupaten Bondowoso melakukan aksi demo menuntut Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Saifullah dipecat dari jabatannya. Pasalnya, Sekda Saifullah dinilai sebagai sumber kegaduhan  di Bondowoso dan telah melakukan beberapa pelanggaran hukum.

Ketua Pagar Nusa Bondowoso H Samsul Arifin dalam orasinya di depan Pemkab Bondowoso mengatakan bahwa sejak kehadiran Sekda Saifullah,  kondisi birokrasi dan kondisi masyarakat tidak tenang. Hal itu karena sekda sering melakukan manuver yang berlebihan dan melakukan pelanggaran hukum.

Untuk itu, mereka meminta agar sekda dipecat dan diberi sanksi berat sesuai denhan rekomendasi hak interpelasi DPRD Bondowoso. "Saya sebagai ketua Pagar Nusa Bondowoso meminta agar bupati segera memecat sekda karena dialah pihak yang menyebabkan situasi tidak kondusif di Bondowoso," katanya.

Sementara itu, Yulianto, aktivis 1998, menjelaskan bahwa mereka memiliki keinginan yang sama dengan DPRD yang telah melakukan hak interpelasi.  Kata dia,  hak interpelasi yang dilakukan oleh DPRD sudah benar, termasuk juga rekomendasi yang telah diberikan. 

"Kita turun hari ini untuk menyelamatkan Bondowoso. Kita memiliki persepsi yang sama dengan dewan. Kita minta agar Bupati Salwa segera melakukan langkah cepat dengan memecat Sekda Saifullah," tandasnya.

Setelah orasi, mereka kemudian melakukan audiensi. Mereka kemudian diterima oleh wabup di kantor lemkab. Setelah menyampaikan aspirasinya, Wabup Irwan Bahtiar mengatakan bahwa dirinya tidak bisa mengambil keputusan karena ia hanya sebagai wabup. Namun, dia akan menyampaikan aspirasi itu kepada bupati.

"Kami ampaikan aspirasi sahabat semua ke bupati. Saya selaku wabup tidak bisa mengambil keputusan," katanya.

Di sisi lain, Ketua LSM AKP Edy mengatakan bahwa para pendemo itu tak lain hanyalah dagelan belaka dan orang orang yang sakit hati. "Mereka itu orang sakit hati. Kami tahu siapa mereka. Jelas sekali mereka ini adalah orang yang tidak memiliki jiwa kesatria," ucapnya.