Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih. (Foto: Joko Pramono/Jatim Times)
Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih. (Foto: Joko Pramono/Jatim Times)

Setelah melalui pemeriksaan maraton hingga malam hari, penyedia kamar rental per jam, Zaky (19) akhirnya ditetapkan tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Zaky kini diamankan di tahanan Polres Tulungagung.

"Dari hasil pemeriksaan hingga Rabu (15/1/20) malam, penyedia kamar ditetapkan tersangka dan ditahan," ujar Kapolres Tulungagung melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung Iptu Retno Pujiarsih, Kamis (16/1/20) pagi.

Zaky dijerat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 16 bulan penjara. Meski ancamannya kurang dari 5 tahun, Zaky tetap ditahan, lantaran masuk pengecualian sesuai dengan KUHAP pasal 21.

Adapun Pasal 296 KUHP berbunyi, barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Zaky adalah penyewa kamar kos yang kemudian disewakan ulang dengan sistem per jam atau harian.

Zaky diduga telah menyediakan tempat untuk melakukan perbuatan cabul, dengan menyewakan kamar kos nya dengan tarif Rp 15 ribu per jam, atau Rp 100 ribu untuk satu hari.

Penyewa kamar kos Zaky adalah sepasang kekasih, Satria (21) dan Dumrotun (21).

Untuk melanjutkan penyidikan perkara, pihak kepolisian juga akan memanggil pihak Satpol PP Tulungagung sebagai saksi. Sebab, polisi penegak perda tersebut yang sebelumnya mengamankan pasangan kekasih ini.

"Belum, rencananya hari ini kita panggil (anggota Satpol PP) untuk menjadi saksi," ujarnya.

Penatapan tersangka Zaky merupakan buntut dari razia yang dilakukan Satpol PP, Rabu (15/1/2020) pagi. Razia itu dilakukan lantaran ada aduan dari masyarakat jika kos yang dimaksud sering dipakai sebagai tempat mesum, termasuk oleh pelajar.

Dari razia ini, Satpol PP berhasil mengamankan 4 pasangan bukan suami istri dari sebuah tempat kos di Kelurahan Kepatihan. Mirisnya lagi, 3 di antaranya masih berstatus pelajar dari SMA dan SMK swasta di Tulungagung.

Tiga pasangan lain yang kedapatan di kamar kos adalah Ncl (16) dan Sln (16), Ilh (19) dan Lin (18) serta Dea (18) dan Don (19).