Kapolsek AKP Maga Fidri Isdiawan bersama Tersangka SPR saat di amankan di Polsek Campurdarat / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Kapolsek AKP Maga Fidri Isdiawan bersama Tersangka SPR saat di amankan di Polsek Campurdarat / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Beberapa hari ini, warga di salah satu desa di Kecamatan Campurdarat curiga terhadap seorang anak sebut saja AP (initial) yang tampak buncit perutnya. Bukan tanpa alasan, AP sendiri bukan merupakan warga desa di mana dia tinggal sekarang, melainkan warga salah satu desa di Kecamatan Ngunut.

"Warga sudah menduga bahwa dia hamil, tapi siapa yang menghamili tidak tau," kata Har (42) salah satu tetangga dimana AP tinggal, Jumat (20/12) siang.

Dugaan warga itu kemudian terus menyebar ke tetangga kiri kanan dan akhirnya sampai ke perangkat desa. "Ternyata benar, anak yang tinggal di sini itu hamil. Lebih kaget lagi yang menghamili itu adalah ayah tiri," jelas Har.

Perangkat desa yang merespon kabar yang meresahkan itu kemudian melaporkan ke polisi.
"Karena mungkin aib, anak yang hamil itu disembunyikan di desa kami. Tapi sore tadi pelakunya yang ternyata ayah tiri sudah ditangkap," ungkap Har.

Dari informasi yang dihimpun, pihak desa telah melaporkan ke polisi jika ada anak hamil yang disembunyikan di desanya. Kemudian, petugas Polsek menindak lanjuti informasi dan laporan tersebut ke lapangan. Setelah dicek, ternyata informasi itu benar ada, dan saat dimintai keterangan, AP mengaku jika dirinya hamil dan yang melakukan adalah ayah tirinya yang tinggal di wilayah Ngunut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Campurdarat AKP Maga Fidri Isdiawan membenarkan adanya kejadian yang telah gempar tersebut.

Maga menjelaskan bahwa hingga saat ini proses penyidikan masih berlangsung setelah seorang tersangka yang diketahui berinitial SPR (43) diamankan.

Sesuai keterangan AP, pelaku SPR sendiri merupakan ayah tiri yang tinggal di salah satu desa di wilayah Ngunut. "Kasus ini akan segera kita bawa ke PPA, kita sudah amankan korban dan mencari tersangka dan juga sudah kita amankan," jelasnya.

Tersangka SPR diamankan Jumat (20/12) sekitar jam 16.00 wib dari rumahnya untuk dibawa ke Polsek Campurdarat dan selanjutnya dikirim ke Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.