Ilustrasi (Ist)

Ilustrasi (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Terungkap secara ilmiah, melalui tes DNA atau deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat, bahwa dalam tubuh kita yang kerap dipolarisasi antara pribumi dan non pribumi, ternyata melesat dan tak terbukti.

Fanatisme yang melahirkan frasa itu dan kerap menjadi alat dan legitimasi untuk meninggikan derajat golongan atau kaum tertentu serta mengobarkan kebencian dan peperangan. 

Terjawab dalam rangkaian tes DNA yang menyampaikan, bahwa tak ada manusia yang 100 persen memiliki gen yang diprasangkakan terkait utuh dengan domisili, warna kulit, maupun bahasa keseharian. Atau hanya terdiri dari satu ras saja.


Ini terbukti dari tes DNA musisi Nazril Irham atau Ariel Noah dalam pameran ASOI : Asal Usul Orang Indonesia, di Jakarta, beberapa hari lalu.
Ariel yang kelahiran Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, ternyata memiliki empat perpaduan DNA. Dimana, garis keturunan paling mendominasi Ariel ternyata dari South Asian sebesar 79,78 persen. Artinya, asal usul keturunan yang mengalir di tubuh Ariel bisa berasal dari India, Bangladesh, Tamil, atau Nepal. 
Tak hanya memiliki garis keturunan dari negara itu, DNA Ariel juga dipengaruhi dari East Asian sebesar 15, 14 persen, tepatnya Jepang. Terus juga ada Asian Dispersed 5,02 persen (Asia-Amerika), dan Middle Eastern 0,05 persen (Cypriot-Yunani).
Hasil tes DNA Ariel itu semakin memperkuat teori terkait asal usul manusia Indonesia yang beragam dan tak bisa dikotakkan dalam kalimat sederhana, pribumi-non pribumi, orang asli-orang asing dan berbagai frasa lainnya dengan paramater, warna kulit, dominasi, bahasa dan lainnya.
Hal ini ditegaskan oleh Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Triana Wulandari, seperti dikutip kompas.com yang menyatakan, tes DNA ini menjadi jawaban untuk 'memelekkan' bahwa asal usul orang Indonesia beragam. Sehingga tak ada lagi mengkotak-kotakan," ucapnya.
Triana melanjutkan, penanda genetik itu pun menunjukkan bukti adanya pembauran beberapa leluhur genetik yang datang dari periode maupun dari jalur yang beragam. Serta membentuk manusia Indonesia saat ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Bonnie Triyana dari Historia.id sebagai penyelenggara acara pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia. Dimana, melalui pengetahuan leluhur asli melalui tes DNA akan membuat kita semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan.
"Melalui tes DNA ini menjadikan kita memiliki pengetahuan yang penting dan memberi pencerahan bahwa masalah pribumi dan non pribumi sudah tak relevan lagi," ujar Bonnie yang juga menyampaikan, bahwa sejarah Indonesia telah mencatat politik identitas yang terjadi selama ini dan berdampak buruk dalam struktur sosial.
Tak hanya Ariel yang jadi salah satu relawan dalam tes DNA itu. Ada sebanyak 15 orang yang terpilih untuk mengungkap leluhur mereka sebenarnya. Najwa Shihab, Hasto Kristiyanto, Grace Natalie, Budiman Sudjatmiko, Mira Lesmana, Ayu Utami, Riri Riza, dan Ariel Noah, serta hasil tes DNA dari peserta umum terpilih yang mendaftar di microsite Historia yaitu Sultan Syahrir, Esthi Swastika, Irfan Nugraha, Farida Yuniar, Aryatama Nurhasyim, Solikhin, dan Zaenin Natib.
Hasilnya, seluruh relawan memiliki perpaduan gen dari berbagai leluhur di berbagai negara. Seperti Najwa Shihab yang keturunan Arab, ternyata  memiliki fragmen DNA dari moyang yang berasal dari Afrika Utara, Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Selatan, Afrika, Eropa Utara, diaspora Asia, diaspora Afrika, dan diaspora Eropa.
Komposisi paling dominan DNA Najwa adalah South Asian sebesar 48,54%. Baru North African 26,81%, African 6,06%, East Asian 4,19%, African Dispersed 4,15%, Middle Eastern 3,48%, Southern European 2,20%, Northern European 1,91%, dan Asian Dispersed 1,43%.
Sama dengan Ketua PSI Grace Natalia, yang hanya difahami dari bentuk fisiknya sebagai orang Tionghoa. Ternyata asal-usul leluhur Grace ternyata tak tunggal, tapi  mengalir juga darah Asia Timur secara lebih luas, diaspora Asia (orang-orang Asia yang menyebar ke Amerika Utara), Asia Selatan, dan Afghanistan.
"Jadi, tak ada yang bisa mengklaim paling asli Indonesia," tegas Sekjen DPP PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto yang juga jadi relawan dalam tes DNA. Dimana dari hasil tes DNA-nya, Hasto merupakan keturunan orang Samaria (kini di Palestina). Sama dengan politikus Budiman Sudjatmiko yang juga punya garis leluhur dengan orang Samaria.

 


End of content

No more pages to load